Waktu malam itu aku duduk disebuah tempat, tepat dibawah
lampu-lampu yang bercahaya menerangi sepinggiran jalan panjang. Aku diam sambil
merenung dan menunggu seorang yang akan datang menghapiri ku. Ku lihat jalan
disekitaran ku tak kunjung datang juga seseorang yang kutunggu. Ketika itu aku
melihat seorang anak membawa bungkus permen bersama adiknya. Entah adik atau
bukan, hati ini luluh kepada kedua anak tersebut. Hati ini bertanya-bertanya
pikiran ku kemana-kemana setelah melihat kedua anak tersebut. Ibu nya entah
kemana, apakah sang ibu tidak mengkhawatirkan anaknya, atau pun malah menyuruh
anaknya mencari sedikit uang untuk menghidupi
sehari-harinya mereka. Nasib memang ada di tangan yang maha kuasa, namun
bagaimana jika nasib anak itu kemudian hari akan sama dengan hari ini?
Seseorang yang aku tunggu sejam yang lalu akhirnya datang,
datang menghampiriku dengan wajah penuh tanya, ditangannya memegang sesuatu
benda entah benda apa yang di tangannya itu. Muka ku datar melihat kearah muka
nya. Sambil tersenyum kecil aku berkata tidak ada apa-apa. Dia hanya tersenyum
dan menaruh benda itu ditangan ku. Lalu dia pergi pamit karena muka ku penuh
tanda tanya. Dia mengira mungkin aku marah padanya? Padahal tidak sama sekali. Aku
bawa benda itu hingga sampai rumah aku hanya meletakkannya di meja. Tanpa membuka
atau mencari tau apa yang ada didalam nya.
Semua butuh penjelasan, bukan dengan main pergi gitu aja.
semua orang butuh waktu untuk mengungkap sesuatu yang panjang, bukan dengan
dilihat dari luarnya saja tapi dari dalamnya. Padahal pada saat itu aku ga bete
sama sekali menunggu dia sejam, atau 2 jam, aku hanya terdiam ketika sedang melihat
seorang anak kecil. Sekarang aku membuka benda itu dan ternyata didalamnya ada
ada deh dan terdapat kata WAITING.
No comments:
Post a Comment